Jumat, 03 Desember 2010
Diposting oleh simonkyute di 15.15 0 komentar
Rabu, 09 Desember 2009
Senyuman....
Senyum adalah ukiran jiwa di wajah kita... Senyum adalah sehelai daun hijau di musim kemarau... Senyum adalah kenangan bahagia manusia... Senyum adalah lantunan melodi penyejuk hati... Senyum adalah harmonisasi sentuhan sang sejoli... Senyum adalah kepingan aura cinta di dada... Senyum adalah inspirasi hari ini.....
Readmore »»Diposting oleh simonkyute di 05.21 0 komentar
Label: Ungkapan Hati
Rabu, 18 November 2009
Terlambatkah KITA ?
Akhirnya chapter 2 turun gunung juga. Maaf’kan ya atas update yang super late. Maklum saya hanyalah orang penting yang penuh aktivitas panas mengganas. Setiap waktu sering disibukkan belajar ( bohong ) maupun rutinitas lainnya ( yang tidak perlu diceritakan ya…). Ya sudah, nikmati dan hayati saja deretan kata penuh makna di bawah ini.
CHAPTER 2 : Hawa yang Mencekam Jiwa
**
Edwin merasa tenang kembali. Deg-degan yang tadi menjadi sahabat karibnya pergi menjauh lagi. Kali ini nyawanya benar-benar masih pada bungkusnya setelah sebelumnya hampir lepas.
“Ugal-ugalan banget sich….!”, protesnya sambil meletakkan helm di spion motor sebelah kiri.
“Hhhssss… Sudah komentarnya ! Yang penting sekarang masuk kelas dulu !:, balas Ahy dengan menyandarkan motor merahnya. Parkiran sekolah sudah sesak berjubel ratusan kendaraan andalan para siswa. Keduanya melangkahkan kaki melewati gerbang parkir menuju ruang teori.
“Alhamdulillah kita masih punya waktu 5 menit menuju kelas nich”, ucap Ahy melihat jam made in China yang menempel di pergelangan tangan kanan. Sementara Edwin hanya cemberut mrengut manggut-manggut melototi Ahy.
“Hy, lain kali kalau berangkat yang pagian dikit dong”, nasehat Edwin.
“Iya..iya… Udah aku baru males ngomel ama kamu”, cuek Ahy sambil menutup mulut yang menguap.
Derap langkah dua pasang sepatu terus melaju melewati hembusan angin ruang teori. Suasana sudah sepi. Hening. Tiada siswa siswi menanti pagi di luar kelas atau pun di taman rindang bernapaskan daun hijau.
“ Lho, kok sepi banget sich ?”, uajr Edwin diselimuti keheranan mendalam.
“Ah, paling pada di kelas mgerjain PR kali”, balas Ahy melirik kiri kanan mencari manusia lain.
“Tapi hari ini nggak ada yang namanya PR!”, balas adik.
Mereka terus melangkah ke depan. Melewati satu per satu pilar penyangga kehidupan gedung teori yang menjulang tinggi. Tiada tanda-tanda nyawa manusia terdeteksi di setiap lorong yang mereka lalui dengan semangat tinggi. Seketika juga rasa cemas bin waswas menyengat Edwin si adik yang rada penakut itu. Keringat perlahan mengucur perlahan dari kening kinclong maupun ketiak berbedak Edwin.
“Ahy, kok perasaanku nggak enak banget ya”, bisik adik kepada sang kakak.
“ Win, biasa saja. Itu ‘kan hanya perasaanmu. Lagian perasaanmu itu sangatlah tidak peka menghadapi kondisi lingkungan sekitar…”, kata Ahy berusaha memberikan keterangan menenangkan.
“Benar, Hy ! Kali ini rasa yang berbeda”, jelas Edwin sambil menggaruk-garuk belakang leher seakan ada hembusan angin mengganggunya.
“Edwin, Edwin! Sudahlah jangan menjadi paranoid”, ujarnya. Edwin menjadi diam, tetapi tetap tidak tenang. Keduanya masih melangkahkan kaki menginjak bumi ruang teori. Tinggal beberapa meter lagi menuju kelas yang menjadi destinasi. Keadaan masih juga hening. Sepi. Bagai kuburan malam tanpa lantunan musik anak band…
Jreng…Jreng… Rasa itu kembali datang. Tapi kali ini tak hanya Edwin yang terinfeksi. Sang kakak juga mengalami hal sama.
“Edwin, kok aku juga rada gimana gitu ya ?”, tanya Ahy dengan muka pasaran. Edwin langsung memandang wajah tak laku Ahy dengan ekspresi sama.
“ I..iya, sama, Hy.. ‘Kan tadi sudah kubilang…”, jawab Edwin.
DUG !! Seketika juga Ahy menjadi kikuk. Kedua tangannya terkulai lemas tak mampu menopang laju gravitasi. Pupil matanya mengecil bagaikan buih di samudera nan luas. Mulut tebalnya maju mundur mengikuti irama keringat yang menetes meriasi postur wajah Ahy.
“Ngapain Hy ? Kok wajahmu yang hancur tambah remuk ?”
Ahy diam. Masih terhanyut keadaan yang menaunginya. Tidak berapa lama mulut hitamnya bergejolak.
“Win, aku ingin mengatakan sesuatu…”, uajr Ahy dengan serius.
“Mengatakan apa ?”, balas Edwin.
Susana menjadi hening kembali. Hanya terdengar riuh angin yang lewat dan bersiul tinggi. Segera dipegang pundak Edwin dengan kedua tangan lembut Ahy. Dirabanya pundak hingga lengan adiknya itu dengan pelan-pelan tapi menghanyutkan. Kedua pasang mata saling bertatapan penuh penasaran. Daun-daun tua pohon mangga yang berguguran menambah aroma jiwa saling bertautan. Angin kembali datang seolah meniupkan udara kasih sayang yang membuat rambut Ahy dan Edwin menari penuh arti. Aura romantis menyerbak di sekitar kedua insan itu.
“A…..ada apa ?”, ucap Edwin lirih.
“A…aku ingin menyatakan yang sebenarnya padamu”, balas Ahy dengan wajah merah.
“Ka..katakan saja, kakak”. Keduanya diam sejenak. Beberapa detik kemudian Ahy menuturkan ucapan pamungkasnya yang sangat menggetarkan jiwa keduanya.
“Se…sebenarnya…”, mulut Ahy komat-kamit tapi ucapannya putus karena grogi menyelimuti. Tiga puluh satu detik kemudian Ahy benar-benar melontarkan pernyataan “istimewa”nya.
“Edwin, se…sebenarnya……..”,
……………………………………………………………
……………………………………………………………
“JAM KITA TERLAMBAT 15 MENIT !!!!!
Diposting oleh simonkyute di 21.45 0 komentar
Label: WIN ON EL
Rabu, 14 Oktober 2009
WIN ON EL
Assalamualaikum wr.wb.
Akhirnya setelah berminggu-minggu, kami berhasil melakukan posting lagi ! Alhamdulillah…. Kali ini terdapat sebuah cerita yang menarik penuh intrik mengenai kisah kocak Edwin cs. Kehidupan nyentriknya bersama saudara yang aneh, KBM di sekolah dengan berbagai kekonyolan tingkat tinggi, sampai kisah persahabatannya dengan El. Ikuti terus cerita ini. Dalam beberapa chapter awal belum akan terlihat masalah maupun perkembangannya. Tetapi memasuki chapter 4 ke atas Anda bisa dapati masalh pelik setiap tokoh yang konyol abis. Insya Allah akan diposting sebanyak 25 chapter pada season pertama ini. Semoga menikmati…
Name : Win On El
Characters : Win, El, Ah, Sim, Duc, Mus, Ind, Mey , dll.
Genre : Humor / Frienship / Tragedy…
CAUTION
Nama tokoh dalam karakter ini hanya plesetan belaka ( kecuali main chara-nya… ). Jika ada kejadian yang sama seperti experience pembaca kami mohon maaf. Itu hanyalah perasaan Anda saja….
WIN ON EL
Chapter 0 : Kakak-Beradik yang Aneh (1)
Tik…tik….. Jam dinding berdetik perlahan di kamar berdinding biru itu. Membisikkan hawa kehidupan kepada penghuninya untuk segera membuka mata menatap dunia penuh cahaya. Tubuh pemuda tersebut masih terbaring pulas di atas ranjangnya menikmati alam mimpi yang mempesona. Meski lambat laun bayangan fantasinya mulai kabur seiring dengan dominasi alam sadar yang perlahan bangkit.
“Uggghh…”, ujarnya pelan sambil mengusap matanya yang masih sayu penuh dengan idep. Mulutnya menganga lebar mengeluarkan bau semerbak aroma jigong yang menyengat. Ia renggangkan tubuhnya agat otot-ototnya menjadi lemas dan tidak kaku.
“Untungnya tadi malem enggak tindihen. Amin”.
Dilemparkan selimut yang menjadi teman semalamnya. Pemuda berambut pendek itupun bergegas bangun dari peristirahatan menuju kamar mandi yang terletak di samping kamar tidur. Dibasuhnya muka kusutnya dengan aliran air yang menyegarkan jiwa raga.
“Ahhh…. Segggeeerr…… He-he, kau tampak cool, Win”, ucap pemuda tadi kepada dirinya sendiri sambil mengelus-elus lesung pipinya di depan cermin. Lagi asyik-ayiknya bernasis-ria, tiba-tiba terdengar suara keras dari lantai bawah.
“Edwin !!! Cepet bangun !! Sarapan udah siap !!”
Muka anak bernama Edwin tadi berubah kusam lagi sambil bergumam di hati.”Huh, menggangu aja orang itu. Jadi gak mood lagi dech buat narsis”. Segera juga Edwin melepaskan serentetan pakaian yang telah melekat di kulitnya selama hamper 12 jam. Baunya minta ampun.. Maklum kelenjar keringatnya memproduksi cairan minyak overdosis sich( husshh AIB !! ). Dengan sigap ia masuk ke shower yang berbau lavender. Kecipak-kecipok…. Suara air jatuh dari ciduk saling bersautan menghasilkan irama yang tidak menentu.
**
Lima belas menit berlalu. Edwin telah menyelesaikan tugas pertamanya hari ini: Mandi. Diusapkan handuk di rambutnya yang mulai acak-acakan sambil mencari seragam abu-abu. Dipakainya seluruh pakaian yang diperlukan dengan rapi dan tertata apik. Sabuknya pun masih sama seperti saat kelas satu dahulu. Hanya kini ukuran celana mulai congklang sampai ke lutut. Bajunya pun terlihat “menyusut”. Rambut Edwin yang tadi acak-acakan dirapikan dengan sisir hijau made in China. Anak bermata cerah ini tidak lupa menyemprotkan parfum bunga lavender di berbagai bagian organ tubuhnya ( lagi- lagi produk buatan China ). Entah mengapa merk China menjadi primadona bagi kalangan remaja khususnya yang masih berstatus pelajar. Mungkin karena murah kali ya… sehingga banyak yang memakainya. Walaupun kualitasnya bisa dibilang ecek-ecek ( buatan Sanden saja bisa lebih baik kok ). Ya begitulah rakyat kita. Melihat dari segi rupiah dan bukan dari keampuhan maupun ketangguhan suatu produk. Seharusnya kita gunakan produk dalam negeri yang mampu mengangkat mata kita di dunia internasional. Siapa lagi yang akan memulai menggunakan produk sendiri jika bukan kita ?
( kembali ke topik. Terlalu banyak ngelanturnya tadi sich..)
Duk…duk..duk.. Langkah sepasang kaki Edwin kini telah menuntunnya di lantai satu. Dilihatnya ruang makan, dan ternyata sudah terpampang beberapa macam jenis kuliner yang menggelorakan perut seisinya.
“Wah, Si Ahy memang jago masak. Joss banget nich ayam gorengya !”, kata Edwin sambil mencium aroma ayam goreng hangat yang terpampang di depan matanya. “Kayaknya kalo kucicipin sedikit gak masalah deh”. Edwin menjulurkan tanganya siap mengambil pupu besar bertepung yangtelah masak itu. Tinggal beberapa centi saja ayam itu berada dalam… BOK !! Sebuah telenan melayang dari belakang dan mendarat di muka Edwin. Membuatnya kaget.
“Gadul…!!!!”, teriak Edwin sambil balik badan memandang oknum perbuatan bejat itu.Sang pemberi pukulan tadi hanya nyengir sambil mengelus-elus rambut lurus Edwin yang jadi acak-acakan lagi. Sementara Edwin hanya menatapnya dengan raut muka njembambik.
“Ngapain sih pake’ acara mukul mukul segala ? Pakai telenan lagi !!”.
“Win,win… Cuma bercanda saja kok kamu marah sih ? Sesama saudara tuch harus akur…”.
“Gimana bisa akur kalau setiap hari digebukin melulu...”.
Setiap pagi selalu saja terdengar percekcokan yang tidak perlu ( baca= konyol ). Yang satu suka manas-manasin suasana, yang satunya lagi tidak mau mengalah. Memunculkan rasa keharmonisan yang berpondasikan ketidakakuran……..
“ Heh, Ahy, Sebagai gantinya kamu sudah mukul aku… Tuh pupu ayamnya buat aku ya ?”, ujar si Edwin.
“E..e.. e..Enak aja. Ini sengaja kubuat sebagai bekal makan di sekolah… Mm..Buat dibarter sama punyanya Memey”, balas Ahy dengan wajah berbunga-bunga.
“He, Memey ? Kau masih terus mengejarnya ya ? Tak kusangka obsesimu kepada anak itu sungguh besar”. Ahy yang wajahnya mulai memerah hanya menjitak kepala adiknya itu. Membuat Edwin meringis kesaikitan lagi.
“Win,win,,, Urusan anak dewasa kamu belum boleh ikut campur”, sindirnya sambil membungkus ayam goreng spesial tadi agar tidak “dimaling” saudara kecilnya, “ingat, aku ini kakakmu yang lebih makan garam dalam kehidupan!”. Tapi, omongan tadi balik disindir sang adik, “ Ahy,Ahy… Dewasa apanya ? Ingat juga, umur kita hanya terpaut tiga menit saja lho”. Ahy yang merasa kalah debat memilih “kabur” manasin motor 2 Tak kesayangannya. Rupanya debat tadi membuat perutnya semakin protes. Dipungutnya berbagai macam hidangan di atas piring kaca dan siap untuk disantap menyerbu rongga pencernaannya.
Diposting oleh simonkyute di 19.28 0 komentar
Label: WIN ON EL
Jumat, 07 Agustus 2009
INDONESIA MEMPUNYAI SPACEPORT SENDIRI (?)
Spaceport dalam bahasa kita merupakan stasiun peluncuran pesawat atau satelit ke luar angkasa dan sebagai tempat landing pesawat luar angkasa dari dunia antariksa. Di dunia yang serba modern ini, kehadiran spaceport sangatlah dibutuhkan untuk menunjang kualitas keamanan negara, menjaga kedaulatan wiayah, hingga menjadi simbol superioritas di dunia internasional. Tidak jarang kehadirannya sebagai tolak ukuran suatu bangsa apakah sudah bisa dikatakan maju atau masih tertinggal. Prinsip superioritas memang sudah berkembang. Sekarang bukan hanya bumi yang menjadi “lahan” menggaruk popularitas dan kedigdayaan. Kini luar angkasa yang aka menjadi lahan pembuktian seberapa tangguh otak dan otot setiap bangsa manusia mampu menjejalai angkasa gelap nan luas. Dan standar utama untuk mampu menjelajahi dunia angkasa adalah pengadaan spaceport. Beberapa negara sudah mampu membuktikan tajinya dengan memiliki spaceport yang tidak hanya dibilang canggih, tetapi sudah menjadi tren teknologi terbaru yang ada. Contohnya Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan India. Amerika Serikat sendiri malahan telah mempunyai kurang lebih 3 buah spaceport, dan yang paling terkini adalah Spaceport America yang dibangun di wilayah New Mexico. Tetapi, negara-negara maju tersebut mempunyai satu kendala yang pasti : territorial peluncuran roket. Tak bsas dipungkiri kebanyakan negara-negara maju tersebut berdomisili atau memiliki daerah di luar ekuatorial. Di mana daerah yang jauh dari garis itu akan memiliki jarak lebih jauh dan penempatan posisi yang tidak strategis dalam peluncuran roket atau pesaat luar angkasa. Nah, inilah keunggulan yang dimiliki Indonesia. Letaknya yang strategis tepat pda ekuatorial membuat Nusantara diperhitungkan mampu membuat spaceport mumpuni. Tetapi sayang seribu sayang, SDM dan dana yang kita miliki belumlah cukup untuk membuat spaceport yang tangguh. Sekarang ini, Indonesia “hanya” mempunyai sebuah spaceport buatan Lapan di Jabar, yang letaknya masih berdekatan denga pemukiman masyarakat dan diperkirakan belum mampu “mengantar” roket Lapan yang bisa dibilang berbobot menuju angkasa. Eittss, jangan khawatir dan berputus-asa. Kita masih memiliki sebuah tempat yang strategis : Pulau Biak. Beberapa factor yang mendukungnya antara lain : berhadapan langsung dengan laut, berada di garis khatulistiwa, dan berpenduduk sedikit. Nah, tinggal kita tunggu saja ( atau bahkan bias membantu ) niat dan tindak tanduk pemerintah bersama otak-otak encer bangsa ini untuk merealisaikan pembangunan spaceport di Biak. Indonesia punya spaceport !?
Readmore »»Diposting oleh simonkyute di 20.36 0 komentar
Label: Indonesia
Jumat, 31 Juli 2009
HAPPY ENDING PRAMUKA !!
Masa pramuka akhirnya telah usai. Peluh keringat dan keluh kesah selama 365 hari kini tak lagi ditemui. Semuanya happy ending, khususnya untuk kelompok yang satu ini… pendobrak tkj putra !! Terlihat jelas wajah-wajah lesu pucat pasi abdillah abdi maupun dwi subekti telah bertransformasi menjadi lebih sumringah bagai hari yang cerah…. Teriakan kesal bantara maupun pembina tak lagi terngiang di telinga mereka. Dan, akhirnya kemah bakti menjadi the last camping di strata kelas satu smk negeri 2 depok. Wonogodang, markas besar pramuka sejati menjadi saksi bisu pendobrak tkj putra dan berpuuh-puluh sangga lainnya menyelesaikan skripsi akhir berkemah bakti tiga hari dua malam. Pengalaman yang mendebarkan dan konyol banyak terjadi di sana, apalagi di tenda pendobrak tkj putra yang penuh aura “ sok keren “ dan “ sok cool “.
Berikut daftar beberapa kejadian black list pendobrak tkj putra yang cute abis dan konyol :
Pelebaran batas wilayah tempat kavling :
Di saat sangga-sangga lain bekerja menyiapkan tenda mereka, komplotan ini malah sibuk memperlebar jangkauan wilayah kedaulatannya. Tangan-tangan jahil macam fajar cahyadi dan bagus herdiawan menjadi aktor utama invasi pendobrak tkj ke sebelah kanan tempat kavling yang memang cukup lebar untuk di occupied. Setelah mendapat restu dari sang pinsa dan wapinsa, mulailah pendobrak ini menjalankan niat “mulia” itu. Terlihat di gambar para personil pendobrak akan memeindahkan tas bawaan ke tempat yang lebih luas… benar-benar komplotan cerdik yang mampu memanfaatkan situasi dan kondisi apapun dimanapun berada…
Foto-foto terus…
Begini jadinya kalau sebuah kelompok berisikan insan-insan narsi dosis tinggi. Baru bangun tidur saja sudah langsung jepret. Padahal wajah masih ngantuk pada ngiler dan kusut abis ( lihat yang paling kanan tuch..!! )… untung saja semua kekurangan tersebut dapat sedikit tertutupi dengan seni fotografi yang manis dari penjepretnya….
Penganiayaan orang tidur
Kasihan sekali dwi subekti… di saat malam yang seharusnya melepas penat setelah beraktivitas padat di siang hari, justru malah menjadi bulan-bulanan nurfani abdillah yang jahil. Terlihat Nurfani berusaha mencekik Dwi yang sedang tidur. Untung saja wajahnya tidak disekap dengan sepatu ya… pasti nanti relief wajahnya akan berubah “ seganteng ” abdillah abdi….. He, bercanda kok…
Manipulasi melalui teknologi terkini
Eiitttsss.. Jangan tertipu dengan adegan yang dilakukan andillah abdi ini. Meski terlihat sedang membersihkan piring kotor, tetapi itu hanya rekaan belaka. Hanya untuk mendapat pujian dan popularitas. Coba bayangkan, masa ada orang mencuci dengan wajah seperti itu. Seharusnya jangan menghadap kamera dong…. Malah jadi tambah narsis aja…. NB : kayaknya piring yang di cuci itu akhirnya pecah karena abdi tak konsentrasi mencuci piringnya...
Diposting oleh simonkyute di 18.18 0 komentar
Kamis, 30 Juli 2009
Diposting oleh simonkyute di 20.07 0 komentar






